Selasa, 01 Mei 2012

Dr. Didi Danukusumo,SpOG


Sudah lama ingin menulis tentang Dokter Kandungan ku ini.


Hhhmm, di kehamilanku yang kedua ini, aku sempat 3 kali ganti Dokter Kandungan. Hehehe..aku ini memang agak rewel, nggak nyaman sedikit aku langsung mengeluh. Menurut aku seorang Dokter itu harus membuat nyaman pasiennya,harus banyak bicara (maksudnya banyak memberi info apa kepada pasiennya, atau bertanya pada pasien apa yang dirasakannya), ngga cuma periksa perut, duduk, tulis resep, dan cuma mengatakan semua baik-baik saja. Aku ngga rela bayar mahal untuk 3-5 menit kunjungan, hehehe, pikirku enak bener jadi Dokter, kerja cuma beberapa menit, rata-rata periksa 5 menit, dia sudah dapat Rp 100,000. Padahal kebanyakan dari kita bekerja 8 jam sehari baru dibayar Rp 100,000... 

Akhirnya setelah suamiku bertanya sana-sini ke teman-temannya, ada info mengenai Dr. Didi Danukusumo, SpoG ini yang selalu mengusahakan melahirkan secara normal, walaupun sebelumnya ceasar. Beliau juga ahli mendeteksi kelainan pada janin selama masa kehamilan. Saudaraku juga ada yang bilang, teman-temannya merekomendasikan Dr. Didi ini, tapi antreannya panjang, bisa sampe jam 12 malam. Yahh, aku bilang kita coba aja deh Pa, biarpun jauh dari rumah kami di Pamulang ke Kebayoran Lama, jadwal periksanya juga malam, tapi kalo Dokternya bagus, dibela-belain deh hehehe..

Pertama kali datang periksa, aku sudah cemberut sama suamiku, nunggu dari jam 7 malam, baru dapat giliran jam 10 malam. Aku orang yang ngga sabaran, mulai pikir-pikir cari Dokter lain lagi hhh..Tapi ketika bibirku sudah ngga bisa tersenyum, mata sudah ngantuk, hati sudah kesel nunggu, ketika namaku dipanggil, kami langsung disambut dengan uluran tangan, senyuman Dr. Didi dan ucapan salam,"Selamat malam..". "Silahkan duduk." OK, kita ngobrol-ngobrol dulu ya tentang kakaknya (maksudnya Arvind). Dulu ceasar atau normal? Kenapa bisa ceasar? dan sebagainya..

Mataku sudah ngga ngantuk lagi..hehehe..Dokternya ganteng banget..(huuuuu, dasar ibu-ibu centil..ya nggak beda jauh deh sama suamiku hehehe - supaya ngga dicubit aja nih..dipuji juga..). Dan suaranya ..aduuhh..berat-berat mirip Vin Diesel idolaku hahahaha...

Lalu aku disuruh tiduran (hehe jangan iri ya..) huuss kok jadi ngaco nih nulis note tengah malem hehehe...Biasa, Dokter kandungan jaman sekarang kan selalu pake USG, jadi ya harus tiduran (ya ialah Mel, di bidan juga kl periksa orang hamil semua tiduran hahahaha).

Nah ini yang bikin aku percaya dengan omongan teman-teman yang merekomendasikan Dr.Didi ini, beliau detil sekali menjelaskan tentang semua yang ada di rahimku..hehehe..padahal aku juga banyak nggak ngerti beliau ngomong apa hehehe...tapi tanpa ditanyapun beliau menjelaskan tentang keadaan janinku & kondisi rahimku. ini yang tidak aku dapatkan di Dokter kandunganku sebelumnya. Beliau tidak merasa harus terburu-buru menjelaskan kondisi janin  kepada pasiennya, padahal dia tahu masih panjang antrian pasiennya yang lain. 

Selain itu aku juga bisa merasakan bahwa Dokter Didi tidak memandang orang dari fisiknya, dari status sosialnya, itu aku rasakan karena biasanya jika aku periksa ke beliau, keadaanku sudah kucel akibat naik angkot atau naik motor, bawaan barangku juga seperti orang mau pergi ke pasar hehehe..bawa helm, bawa jaket, bawa tas, kadang bawa mainan anakku, pokoknya keliatan repot banget deh..tapi beliau tetap menempatkan kami sebagai pasien yang mempunyai hak mendapat layanan yang baik, mendapat info yang jelas tentang keadaan kita...Hhmmm itu jarang aku rasakan setiap pergi ke Dokter. Beliau juga selalu menyalami semua pasiennya & berdiri dari kursinya, ketika kami selesai periksa. Bahkan kadang beliau membukakan pintu (kecuali keduluan dibukain sama perawat pembantunya). Wahh..dia tidak main-main dalam menjalankan profesinya..Jika ini bagian dari Service - nya, aku percaya, beliau pantas mendapatkan materi yang berlimpah-limpah.

Tentang Dr. Didi nya sekian dulu ya...nanti disambung lagi tentang histeria ku saat mau melahirkan, sekarang mau istirahat dulu, cape banget..yang penting sudah lega, barusan bisa foto bareng sama Dr. Didi nya. Teman-teman yang di Jakarta, jika ada yang mau periksa kandungan, ini nih Dr. Didi nya hehehe...tapi harus sabar ya nunggu antrian..

Goodnight...





















BELAJAR DARI WIED HARRY



Kenal nama Wied Harry? Ya, beliau adalah konsultan gizi & pakar kuliner sehat alami, yang dulu ada acara kulinernya di TRANS TV, "HARMONI RASA" bersama Wied Harry.  Pelaku pola makan FOOD COMBINING, food stylist, penulis 50-an buku nutrisi & masak sehat alami dan penceramah ini jadi teman fesbukku akhir November 2010. Awalnya, saya agak pesimis di confirmed sebagai teman oleh beliau, seperti tokoh-tokoh terkenal lainnya yang pernah aku coba ADD FB nya. Ternyata tidak lebih dari 1 hari beliau langsung CONFIRMED dan tidak hanya itu, beliau menulis MESSAGE ke saya seperti ini:

     Salam sehat,
    Terima kasih sudah add saya sebagai kawan FB.
    Mohon maaf, mungkin kita sudah saling kenal tapi saya lupa, ini dengan siapa?

    Terima kasih dan banyak salam:
   Wied Harry

   Note:
    Jika berminat menjalankan pola makan sehat alami, silakan gabung ke milis-milis yang saya asuh, dengan cara mengirimkan email ke Food_Combining_Indonesia-subscribe@yahoogroups.com dan/atau Gizi_BayiBalita- subscribe@yahoogroups.com

Wah, saat itu aku kaget sekali karena dikirimi pesan seperti itu. Akh, paling asistennya yang tulis, aku pikir begitu. Setelah aku reply, ehhh ternyata dibalas lagi, wahh berarti beliau membalas sendiri emailnya, bukan dari asisten. 

Ada satu hal yang aku belajar dari Bapak Wied Harry. Di setiap status, foto yang beliau upload,Notes,yang beliau tulis dan MILIS Gizi Bayi Balita & Food Combining yang beliau koordinir, beliau rajin sekali membalas satu per satu komentar dan pertanyaan teman FB maupun anggota milis tersebut.

Tidak hanya menjawab pertanyaan dan komentar, yang aku takjub adalah beliau juga menghargai para 'jempolers' yang jumlahnya tidak sedikit itu (bisa 20,30,40 bahkan lebih dari 50 jempol) satu per satu ditulis nama lengkapnya dengan mengucapkan "terima kasih atas jempol sehatnya". Wahhh...saya salut sekali dengan kerajinan dan penghargaan yang pak Wied Harry berikan kepada setiap orang yang mampir ke WALL-nya, yang berkunjung ke STATUS-nya. 

Banyak dari kita menulis STATUS, tapi jika dikomentari temannya, malah tidak menjawab. Bukannya tidak punya pulsa, atau tidak ada waktu, karena sering setelah itu dia sudah nulis status berikutnya. Status sebelumnya dianggap angin lalu saja, dan orang yang berusaha memperhatikan "APA YANG KITA PIKIRKAN" di STATUS  sebelumnya terabaikan.. Padahal simpati orang lain untuk menanggapi status kita, selayaknya diperhatikan, walau hanya dengan ucapan terima kasih. 

Dulu, aku pernah nonton acara MATA NAJWA di Metro TV, tema tentang Marketing TWITTER, ada kata-kata narasumber BONDAN WINARNO, yang sangat menyentuh aku. "Dulu saya tidak mau Twitter-an atau FB-an, buat apa?Tapi sekarang, saya punya TWITTER, ternyata di luar sana, banyak sekali teman-teman yang kesepian,"kata Bondan. Beliau juga sebisa mungkin menjawab setiap pertanyaan atau komentar Follower-nya yang tentunya tidak sedikit. "Begitu banyak orang-orang di sana yang butuh diperhatikan, di-wong-ke . dan butuh disapa." 

Oh my God, orang-orang besar adalah orang-orang yang banyak memberi. Walau hanya memberi sapaan, jawaban, komentar, atau ucapan terima kasih. Kita ingin diperhatikan, ingin dihormati, diterima, seharusnyalah kita juga memberi perhatian, menghormati orang yang menulis/mengomentari status kita. Bahkan teman FB saya penulis MARISKA LUBIS (yang sering disingkat "ML" dan banyak berbicara/menulis tentang Seks) sering dikomentari/dilecehkan lewat tulisan di Status nya, tapi beliau kadang menanggapi pelecehan kata2 itu dengan,"Terima kasih sudah memposisikan saya seperti itu.." ..padahal kalau saya jadi beliau, pasti tidak akan saya tanggapi sesuatu berbau pelecehan apalagi itu menyinggung perasaan saya. 

Facebook adalah Buku Wajah kita...mau wajah seperti apa kita, bisa kita lihat di status-status atau apa yang kita sharing-kan ke dunia maya. Pembuatan nama "Facebook" tentunya mengandung makna yang dalam. Terima kasih pak Wied Harry, selain belajar tentang resep, saya juga ingin belajar menghargai orang lain, seperti Bapak. Salam sehat.

Supir Jemputan Sekolah




Tak terasa sudah hampir 6 bulan aku menjadi supir. Pasti tidak pernah ada dalam pikiran kita, bahwa Supir ada dalam cita-cita masa kecil kita. Dari TK sampai SMP aku bercita-cita jadi guru. Tapi biarpun sekolah menjadi guru dan sempat menjadi guru, ternyata aku tidak bisa berlama-lama menjadi guru sekolah. Entah kenapa, magnet setelah memiliki anak ingin mengasuh sendiri lebih kuat ketimbang aku harus mencari uang yang pastinya akan lebih baik untuk keluarga kami jika dua-duanya bekerja. (*Kembali ke Cita-cita) Tapi dulu waktu kecil, aku selalu berpikir harus bisa setir mobil, karena dalam bayanganku, jika aku diculik oleh orang jahat, aku bisa melarikan diri dengan membawa mobil. Kalau diculik pakai motor, aku juga harus bisa setir motor. Kecuali diculik pakai pesawat, aku tinggal pasrah saja..hehehe..

Ternyata bisa setir mobil itu yang membawaku jadi supir antar jemput sekolah anakku. Dan ternyata jadi supir antar jemput anak TK itu luar biasa indahnya. Selama hampir 6 bulan ini, (minus 1 hari sakit, 1 hari ijin yang semuanya digantikan oleh suamiku), hari-hariku dipenuhi dengan tawa anak-anak, curhatan anak-anak, bahkan cemberutan anak-anak. 

Tawa anak-anak yang paling sering aku dengar di mobil. Namanya anak-anak pada dasarnya semua lucu,maunya bermain,maunya tertawa. Yang membuat mereka marah-marah,sedih, galak, adalah kita orangtuanya..mereka meniru kita dengan sangat baik. Anak-anak itu tidak pernah salah sebenarnya. Tapi sering mereka mendapat cap nakal, pemarah, jahil, karena ulah kita para orangtua. "Maafkan kami, ya Nak...Kalau kami cape, pusing mikir uang ini uang itu, kami memang bisa seperti monster..."

Curhatan anak-anak juga sering aku dengar dimobil. Serem ngga sih, ada salah satu anak di mobil,yang mengajukan pertanyaan,"Ayo, mama siapa yang paling galak??"  Lalu satu per satu anak-anak menyebutkan, bahwa mamaku suka beginiin aku, mamaku lebih galak lagi..sahut yang lain..Atau, "Ihh sekarang aku ngga suka sekolah, abis sekolahnya capee..belajarnya susah.."  Curhatan siang hari adalah curhatan yang paling menyayat hati. Biasanya kalau panas terik, sudah cape dari pagi belajar di sekolah, curhatan anak-anak bisa membuatku merasa belum banyak memberi cinta buat anak-anak,sehingga mereka mudah mengeluh. 

Cemberutan anak-anak juga suka aku dapatkan. Biasanya ini masalah siapa yang lebih dulu diantar pulang. Mungkin karena sudah lelah, semuanya mau diantar duluan, padahal aku sudah berusaha adil, dengan gantian/rolling.Pernah waktu itu aku terpaksa merubah jalan, karena yang belakangan aku antar ternyata muntah di mobil, sehingga aku mendahulukan yang sakit,...yahh namanya anak-anak, JANJI adalah JANJI..kalau itu dilanggar, aku tidak dapat senyuman lagi...aduuhh aku paling sedih kalau dicemberutin anak orang...takut diamuk orangtuanya hihihihihi...

Cemberutan ini sebenarnya masih banyak. Ada yang ngeluh sering terlambat (padahal aku terlambat paling lama 5 menit) , aku terlambatpun biasanya karena ada anak yang sangat moody kalau pagi mau berangkat sekolah...Jadi harus nunggu dia kerjain PR (yang baru dikerjain pagi hari), nunggu dia ke warung dulu untuk jajan, dan lain-lain..

Seperti banyak guru, biasanya murid yang paling "nakal/aneh2", yang paling "disayang" hehehe..iya ngga sih?? DAFFA adalah anak yang paling membuatku hhmmmm (awal-awal jd supir) emosi...Sebenarnya tidak emosi pada anaknya, tapi pada lingkungannya. Tapi bulan-bulan terakhir ini, aku punya perasaan beda terhadap DAFFA. Dan aku merasa, dia mulai bisa tersenyum padaku. Dia mulai sering curhat, sekarang dia lebih senang duduk di samping saya, sebelumnya dia selalu duduk di paling belakang. Kalau aku tanya,"DAFFA,apa kabar?" Sekarang dia menjawab saya,"Akhh mama arvind apaan sih..suka tanya-tanya gitu...aku baik,mama arvind.." (padahal dulu kalau aku tanya, atau sapa "Good morning,Daffa", dia tidak menjawab)

Ada Jeje juga yang selalu menghibur dengan kelucuannya..Jeje sangat-sangat menghibur siang hariku (sekarang Daffa suka rebutan dengan Jeje, karena Jeje juga suka duduk di depan).  Ada Brian yang cerdas, kalau pagi dijemput dia langsung cerita,"Tante, aku kemarin habis belajar ini, aku kemarin abis jalan-jalan ke sini, aku punya buku/mainan ini...tidak pernah seharipun Brian diam jika disamping saya..). Brian juga satu-satunya anak yang memanggilku dengan sebutan "Tante" , sedangkan yang lain "Mama Arvind" :-)

Sebenanrnya menjadi supir jemputan anak-anak TK perlu dibayar lebih hahahahaha...(karena ini bukan sekedar masalah jauh dekat ongkos bensinnya sejumlah berapa Rupiah...tapi ada unsurmomong disana..mungkin itu karena saya supir perempuan, punya anak pula, tidak tega mendiamkan anak yang bertanya padahal kita sedang konsentrasi di jalan).
Tapi ya dulu arvind juga pernah ikut jemputan sekolah, aku merasa berat sekali bayar jemputan. Yahh namanya juga ibu-ibu, maunya yang murah dapat bagus hehehehe...

Tapi dari semua itu, aku paling berterimakasih pada anakku ARVIND. Dia harus rela bangun pagi-pagi, supaya bisa berangkat ikut Mamanya mulai menjemput teman-teman sekolahnya. Arvind juga harus rela lebih lama sampai di rumah karena mamanya harus mengantarkan teman-temannya dulu, baru dia bisa pulang bersama mamanya. Arvind itu kekuatanku. Dia pernah mengeluh cape, tapi dia tetap mau ikut mamanya,padahal aku juga bs antar dia pulang dulu. Suatu saat, jika dia besar aku akan bilang padanya bahwa Arvind dari TK sudah bisa bayar uang sekolah sendiri. Uang hasil antar jemput itu memang hasil keringat Arvind untuk membayar uang sekolahnya sendiri.Pada awalnya dengan 6 anak, hanya cukup untuk uang sekolah Arvind. Sekarang dengan  9 anak yang ikut antarjemput, Arvind sudah bisa membayar uang sekolahnya sendiri, uang ekskul futsalnya, dan untuk gaji asisten rumah tangga kami di rumah. Terima kasih ya Vind, sudah bekerja membantu mama dan papa.

Bulan depan aku memutuskan tidak antarjemput sekolah Arvind lagi. Alasannya tidak bisa kupaparkan disini. Notes ini kupersembahkan buat anak-anakku tersayang, yang sudah menceriakan hari-hari mama arvind selama 6 bulan ini. Semoga kalian semua menjadi anak-anak yang bahagia, ceria, dan selalu dilindungi Tuhan walaupun dunia kadang tidak menyenangkan. Jadilah juga anak pemaaf, karena kami orang tua juga manusia biasa sering berbuat salah dan khilaf. 

Terima kasih anak-anakku...
salam sayang,
Mama Arvind

Semua Indah Pada Waktunya




Semua Indah Pada Waktunya…

Dulu, awal memiliki Arvind, aku sibuk mengajarinya supaya bisa cepat membaca. Bahkan dari bayi belum genap setahun, sudah ku-flash card matanya dengan banyak kata, berharap dia bisa cepat membaca. Tapi kata hatiku, aku akan berikan sesukanya, aku berharap dia lebih mencintai membaca kelak, ketimbang dia cepat bisa membaca.  Aku tidak berbangga dia harus bisa membaca di usia 2 tahun atau 3 tahun. Jika sekarang dia sudah bisa membaca,bahasa Indonesia dan kalimat pendek bahasa Inggris,  itulah keindahan waktu. Tugasku menjaganya untuk mencintai buku.

Dulu, Arvind takut sekali di kolam renang jika airnya lebih dari mata kakinya. Aku pikir, wah dia akan seperti aku, takut dengan air dalam. Tapi sekarang, dia sudah berani menyelamkan kepalanya ke bawah kolam renang. Bahkan terjun dari atas kolam renang ke dalam. Itulah keindahan waktu, tugasku untuk tidak terlalu banyak khawatir akan apa yang dia bisa atau tidak bisa

Dulu, Arvind susah sekali disuruh makan sendiri. Akupun jadi terbiasa menyuapinya, supaya cepat, pikirku. Tapi dalam hati, aku cemas dia tidak bisa menggunakan tangannya untuk makan sendiri, karena motorik halusnya kurang dilatih. Tapi beberapa waktu lalu, saat makan di Mc Donald, arvind minta makan sendiri, akupun mengiyakan, dan dia makan dengan lahap menggunakan tangannya sendiri sampai habis. Itulah keindahan waktu.

Dulu, saat akan melahirkan anak keduaku,Evan, aku khawatir Arvind harus ikut jemputan sekolah. Terbiasa mengantar- jemputnya ke sekolah setiap hari, membuatku deg-degan melepasnya sendiri. Apalagi dengan isu penculikan anak yang kerap terjadi, dan perasaan bahwa pak supir tidak bisa mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Tapi aku berdoa, karena tak punya pilihan (ketimbang naik ojek motor-aku lebih tidak tenang), cuma bisa berdoa bahwa Tuhan akan menjaga anakku. Tepat 3 bulan, anakku baik-baik saja dan bahkan menikmati saat-saat pergi sekolah sendiri dan tidak aku tunggu. Itulah keindahan waktu. Aku hanya perlu sedikit berdoa, bahwa bukan hanya aku si penjaga anakku, tapi ada yang MAHA BESAR dari aku,yang turut menjaganya.Aku hanya perlu PERCAYA.

Dulu, aku sering menyemangati arvind untuk melepas roda sepedanya yang masih 4. Tapi dia belum mau. Apalagi setelah anak tetangga yang lebih muda umurnya (4th) sudah bisa naik sepeda roda dua, aku berusaha terus mengajarinya. Dulu, Arvind cepat bosan, apalagi semangat & emosinya mudah naik turun. Aku juga tidak mau memaksa. Tapi (dasar ibu-ibu) ketika anak tetangga lain juga bisa naik sepeda roda dua dengan cepat, aku kembali menyuruh arvind untuk latihan. Walau awalnya malas, tapi ternyata dia termotivasi juga melihat temannya yang lain sudah bisa naik sepeda roda dua. Jiwa berkompetisinya ada. Akhirnya, 25  Juni 2011, Arvind bisa naik sepeda roda dua sendiri. Aku bahagia sekali. Apalagi hari ini, setelah nginap 3 hari di rumah Eyangnya di Depok, ternyata Arvind sudah lebih lancar naik sepedanya. Sudah berani ‘ngebut’. Hehehe…

Itulah keindahan waktu.
Aku ini terlalu banyak khawatir. Padahal, semua akan indah pada waktunya,Mel…Ya..aku seharusnya tidak perlu terlalu banyak khawatir.  Kamu juga ya…^_^

**29 Juni 2011


"Bukan Hari Jadi tapi Menjadikan Hari"



Tanggal 29 September memang keramat buatku. Dulu semasa sekolah, bulan September memang jadi bulan ceria. Aku sangat suka dengan tanggal dan bulan kelahiranku. Aku suka tanggalnya, juga September sangat enak diucapkan dan didengar. Aku biasanya sibuk di bulan ini. Tapi itu dulu. Saat ini usiaku sudah 35 tahun. Aku menyukai penambahan usiaku, rasanya aku jadi lebih tua, dan berbeda. Aku ingin cepat-cepat merasakan usiaku di 40. hehehe...aneh ya...biasanya kita takut menua. Kembali ke saat ini. Aku mulai tidak terlalu menspesialkan tanggal dan bulan itu lagi. Aku tidak perlu mencari baju baru untuk menghadiahi diriku sendiri. Dulu aku suka ke salon untuk memanjakan diriku yang sedang berulangtahun. Aku suka makan-makan dengan teman-teman dan saudaraku. Tapi sekarang, aku biasa saja. Aku tidak terlalu mengharapkan ucapan selamat ulang tahun dari banyak orang, kalaupun ada aku terima dengan gembira juga. Bedanya, dulu, jika ada teman dekat atau saudara yang tidak mengucapkan happy birthday, aku akan sedih hihihihi..sekarang tidak lagi. Aku belajar memaklumi sesuatu.

Kamis pagi kemarin, suamiku dan Arvind mengejutkanku dengan nyanyian Selamat Ulang Tahun dan kue brownies berlilin ditangan. Evanpun terjaga. Mataku masih sangat mengantuk, karena baru terlelap jam 02.30 pagi. Sebenarnya agak sedih, karena tidak bisa menyelesaikan 'pekerjaan part time' ku sesuai waktu, jika hanya membaca 'proof' bisa cepat aku kerjakan, tapi mengetik ulang buku & mengeditnya, untuk waktu yg bisa kukerjakan hanya malam hari, berat juga bagiku. Kembali ke kejutan di pagi hari. Aku senang, karena suamiku memberi aku kado kecil yang cantik. Dulu Arvind pernah bilang, "Mama, kalau perempuan itu cantik, jika dia memakai anting." hehehe Arvind..Arvind..Ternyata suamiku memberi aku hadiah anting cantik hehehhe...

hadiah anting dari suamiku

Setelah berdoa bersama, aku mulai disibukkan dengan ucapan selamat ulang tahun dari handphone. Jam 06.00, tanteku (Iie) Betty mengirim sms pertamanya. Beliau memang selalu ingat ulang tahunku, aku sedih karena terlalu sering melupakan ulang tahunnya. Lalu mamaku menelponku, tanteku yang lain (Iie) Lily, Papa, adik dan kakakku, Ibu mertuaku, beberapa saudaraku & teman-temanku mengirim sms dan menuliskannya di wall FB. Aku senang.

Tapi hari ini aku ingin menyenangkan anak-anakku. Aku ganti kado untukku buat anak-anakku. Arvind minta ke Teras Kota untuk main animal kaiser & membeli album kartunya. ternyata kami kepagian sampai di sana, kami menunggu sambil nyuapin Evan buah melon. Arvind asik bermain bola dengan sandalnya.

sebelah sandal arvind jadi bola kaki ^_^

Akhirnya jam 10.00 kami ke lt.3. Wahhh Arvind agak kecewa karena ternyata kartu animal kaiser di dalam box habis, dan baru di restock sore hari. Akhirnya Arvind main kuda-kudaan dan ikut naik mobil2an dengan Evan.

balap kuda

ikut disetirin adiknya Evan

Setelah itu, kami cari album kartu animal kaiser yang baru, karena yang lama (album hadiah dari Uti & Omnya Arvind) sudah hampir penuh. Hehehe sekarang mamanya yang beliin.

album animal kaiser

Sebelum pulang kami mampir di toko buku rohani AVILLA di ruko dekat pasar modern BSD. AKu mau mencari buku doa tentang para malaikat, karena belakangan Arvind sering terganggu dengan mimpi buruknya akibat teman-temannya sering menakut-nakutinya dengan cerita setan, kuntilanak, hantu dsb. Akhirnya dapat juga buku doa dari 3 malaikat agung, St.Mikael, Rafael, dan Gabriel. Kebetulan sekali perayaan 3 malaikat agung ini bertepatan dengan hari ulang tahunku.

buku doa para malaikat agung

Kami makan siang dengan nasi timbel sebentar, karena arvind dan evan sudah kelelahan. Sampai di rumah, kami istirahat sebentar. Sorenya arvind mengajak aku berenang. Karena hari ini aku ingin menyenangkan anakku, maka aku turuti, walau aku lumayan cape juga. Kebetulan Evan baru saja dapat ban berenang baru dariku. Kami berenang bertiga di dekat rumah.

haiiii...akuu deg-degan nih berenang pake ban..
kakak arvind sukanya dorong banku, aku kan takut,kak...
begini lebih enak...melamun sambil terapung..^_^

Selain itu, terhadap diriku sendiri, aku menghadiahi jiwaku dengan pengampunan kepada seseorang. Mau tahu siapa dia? Hhmm orang yang kuampuni hari ini adalah seorang tukang bor/gali sumur yang mengobral janji jika ada kerusakan dia bersedia dipanggil lagi. ternyata dia tidak muncul-muncul, bahkan telpon dari saya tidak diterimanya. Berkali-kali aku mengucapkan, "Ohhhmmm Hoommm Hooomm" seperti seorang Hindu/Buddha mengucapkan kata Ohm..dan benar saja, aku mulai tidak sakit hati lagi ..aku ingin hariku ini tidak dikotori dengan pikiran kesal. Aku tidak mau mengutuknya juga dengan sumpah serapah. Aku hapus nomer telpon nya di HP ku..dan rasanya hatiku menjadi sangat ringan.
(oaaalllaahhh oooaaallllaaahhh hehehehe...)

Malamnya aku dapat hadiah lagu ciptaan Arvind untukku. Memang aku yang meminta arvind, karena ada request dari mba Esti temanku di Semarang yang menantang Arvind membuat lagu ulang tahun untukku. Dengan mata mengantuk, bisa juga arvind mengungkapkan perasaannya lewat lagu. Aku sangat mensyukuri hari itu. Mudah-mudahan, aku bisa semakin memperbaiki diri, banyak belajar, banyak memaafkan, banyak mengiklaskan sesuatu, banyak berpikir positif, dan banyak bersyukur. Terimakasih semuanya. Tak perlu mengucapkan selamat ulang tahun lagi padaku, cukup doakan aku dalam hatimu. Aku sudah sangat bahagia. AMIN.

"Surprise"



Weekend kali ini kami mengunjungi Eyang Akung & Uti Arvind Evan di Depok. Setelah Arvind dan Papanya main futsal di dekat rumah, berangkatlah kami ke Depok. Sesampainya di rumah Uti Akung, aku mendapat surprise dinyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun oleh seluruh keluarga (Uti,Akung, Om Thomas, Om Sony dan Tante Nuni), sambil Arvind memegang kue ulang tahun di tangannya.. . Kaget banget karena ini tidak biasa. Apalagi ada Arvind yang jadi MC membuka acara ulang tahun dadakan itu. 

Arvind lumayan lancar nih membaca kata sambutan hehehehe...

Setelah Arvind membuka acara, Akung memimpin doa bersama untuk mendoakan aku yang kemarin berulang tahun. Wahh..aku terharu sekali, aku pikir kami cuma akan makan siang bersama di luar, tapi ternyata ada acara sedikit di rumah. Hikss...terima kasih ya Bapakku, Ibuku, Om Thomas, Om Sony, tante NUni...U make my day today..

tiup lilin


Setelah menyanyi, ada dua kado besar dari keluarga hehehe..tambah happy aku. Ternyata isinya tas dan baju..wahh biasanya aku beli baju baru jika ulang tahun, sekarang dapat hadiahnya..^_^

Akhirnya setelah buka kado dan tiup lilin, kami segera meluncur ke rumah makan Solo KADIPOLO di Jl. Margonda. Kami makan siang bersama disana, Evan Arvind pesan sop ayam jamur dan sate, aku pesan gudeg (yang ternyata enakkkk bangettt...), ada tongseng juga, cah kangkung, dan garang asam. Kenyang banget siang tadi dan makanannya enak-enak..Terima kasih lagii  Bapak..Ibu...

makan siang di RM Kadipolo, Margonda

Arvind Evan juga senang karena ada mainan di RM tersebut. 

ada motor-motoran dan mobil-mobilan

Setelah itu kami langsung pulang ke rumah. Senangnya kalau di Depok, Arvind Evan bisa melihat banyak burung dan ayam peliharaan Akung. Wahh arvind juga berani pegang ulat hongkong untuk makan ayam. Dulu arvind juga berani pegang jangkrik untuk makanan ayam. Hehehe..sebenarnya anak-anak itu pemberani ya..hanya kadang orang tuanya yang geli (seperti aku) kalau pegang jenis2 ulat seperti ini..mudah2an Arvind Evan tidak jijikan pegang binatang ya..jangan seperti mamanya hehehe...

pegang ulat hongkong

Hari ini ternyata masih edisi ulang tahun. Aku bahagia bisa dikelilingi orang-orang yang aku sayangi dan menyayangi aku. Terima kasih terima kasih terima kasih...Aku percaya Tuhan sangat menyayangiku dan keluargaku. GOD BLESS YOU ALL..

evan dan ayam kate

3 Oktober 2011





Adikku yang satu ini memang langka. Selain memang hanya satu, aku merasa harus terus belajar memahami & mempelajari jiwanya. Seperti sesuatu yang "langka" lainnya, pasti semakin banyak diteliti untuk dipelajari. (smile, sist ^_^) Karena adikku ini pulalah yang membawa aku memutuskan juga melanjutkan sekolah menengah di propinsi DIY, tepatnya desa Ganjuran, Bantul. Adikku sudah lebih dulu "terdampar" di sana. Dulu, adikku suka menulis surat dengan linangan air mata menceritakan kehidupannya di asrama. Bangun jam 5 pagi, ke gereja setiap hari, makan makanan yang berbeda dengan lidah kami sebelumnya, seorang kepala asrama yang super duper "keras"  mendidik kami, mencuci bahkan masih setrika baju dengan arang harus adikku alami saat SMP. Akhirnya aku memutuskan menemaninya sekolah SMA di Ganjuran juga. 

Adikku ini memang keras. Suster kepala asrama yang sangat terkenal galaknyapun, berani dia lawan. Tapi ketegasannya atas pendiriannya itu pulalah yang membuatnya bisa diterima di SMA Van Lith Muntilan, sekolah yang dulu untuk daerah Jawa Tengah & Jogjakarta cukup difavoritkan. Aku dan dia masih sering berhubungan walau berbeda kota. Mungkin aku termasuk yang cukup sering menengok dia di asramanya, sehingga aku sampai sekarang masih berhubungan baik dengan teman2 adikku itu.

Saat kuliah, kami belajar di Universitas yang sama. Sebenarnya adikku mendaftar UMPTN ke Universitas Airlangga Surabaya dengan alasan yang aneh menurut aku, hanya ingin supaya bisa bertemu Andra, gitaris nya DEWA 19, hahahah...untungnya dia tidak diterima, walaupun saat itu dia sedih sekali. Kalau tidak, aku mungkin akan berpisah lama dengannya.

Adikku ini anak yang tekun. Dia tipe pembelajar yang setia. Aku hafal betul, dia sangat suka menulis, merangkum pelajaran yang sedang dia pelajari atau akan ditest. Jari-jari tangannya juga sibuk memainkan pensil/bolpoint diputar-putar dari satu jari ke jari lain. Dia bisa belajar berjam-jam sampai pagi ditemani suara musik dari radio-radio lokal. Dulu adikku ini suka berdoa. Kami sangat mencintai Yogyakarta, karena disana kehidupan rohani kami sangat didukung suasana Jogja yang "ayem tentrem". Berdua, kami dulu hampir setiap pagi ke gereja pagi bersama. Kadang naik sepeda, kadang naik sepeda motor. Setiap naik motor, kami suka menyanyi bersama, lagu-lagunya Romo Wied waktu itu biasanya. Pulang dari gereja, hati kami pasti senang dan ringan. Kami dulu suka ke gereja Kota Baru. Untuk pergi berziarahpun, di Jogja sangat mudah kami lakukan. Saat ini, kadang aku pribadi merindukan saat-saat seperti dulu lagi. Walaupun sederhana, dulu rasanya tidak ada yang harus terburu-buru kami lakukan, tidak ada masalah yang terlalu berat kami pikul, karena dengan mudah dan dekat kami bisa pergi ke gereja, ke danau, ke pantai, ke gua-gua Maria..

Sejak lulus cumlaude sebagai lulusan tercepat dan terbaik di kampus kami saat itu (aku belum selesai kuliah, adikku sudah lulus dan langsung dapat pekerjaan), tentunya dirimu selalu dipacu dengan target dan target. Saat ini, kehidupan kami sudah berbeda. Pasti adikku disana juga merasakannya. Aku merasa sangat berat menjadi dirinya. hhmm mungkin ini hanya perasaanku saja.. Secara materi adikku sangat berkecukupan. Dengan team yang harus dia pimpin ratusan orang, tentunya tanggung jawab itu berbanding lurus dengan pendapatannya. Tapi aku yakin adikku juga merindukan saat-saat kami makan ice cream di Mirota bakery, makan mie ayam "Cina" yang enak di Jl. Solo naik sepeda, malam-malam ke malioboro, atau sekedar sowan ke makam romo van lith untuk memasang lilin.  

 Aku ini sangat bangga pada adikku. Walaupun sangat berbeda dengan dia, aku hanya ibu rumah tangga, dan dia wanita karier, aku paham betul, hatinya lembut, dibalik kata-katanya yang 'tegas', dan tanpa basa-basi. Hari ini adikku berulangtahun. Selamat ulang tahun adikku sayang. Suatu saat, jika sudah masanya, kau bisa melepaskan sejenak semua atributmu sekarang, dan tanpa hak tinggi berjalan-jalan dengan senyum lepasmu, tanpa kawatir akan pakaian yang akan kamu pakai, tanpa resah dengan target-target yang harus dicapai lebih dari bulan ke bulan. Mungkin aku bisa salah, tapi aku yakin, kamu merindukan udara pagi yang segar saat-saat kita bergegas mencari Tuhan. 

Doaku selalu menyertaimu.

Peluk sayang dari kakakmu ini, Arvind dan Evan.